Friday, October 11, 2013

Ayah yang Baik Dapat Ditentukan dari Ukuran Testis

Atlanta, Pernah ada penelitian yang mengukapkan seorang pria yang memiliki kadar hormone testosteron yang rendah ternyata dapat diandalkan menjadi ayah yang hebat. Sebuah penelitian terbaru menemukan hal termutakhir: pria dengan ukuran testis yang lebih kecil bisa jadi orang tua yang lebih baik.

Penelitian ini menemukan pria bertestis kecil cenderung lebih banyak dilibatkan dalam aktivitas parenting seperti merawat anak. Studi ini membenarkan anggapan adanya trade-off antara hasrat bercinta dan kegiatan parenting pada pria yang sudah memiliki anak.

Hormon testosteron pria akan menurun setelah memiliki anak. Akibatnya, insting seksualnya turut menurun. Menurut para peneliti, hal ini menyebabkan pria dapat menyalurkan energinya untuk merawat anak.

dr James Rilling dari Atlanta’s Emory University, AS, berusaha mencari tahu hubungan antara ukuran testis dengan parenting. Volume testis seorang pria menentukan produksi sperma dan hormon testosteronnya. Penelitian ini ia lakukan pada 70 orang ayah berusia 21-43 tahun, yan
g anak-anaknya masih kecil.

Dengan menggunakan scan MRI, Rilling mengukur testis mereka dan menghubungkannya dengan reaksi otak yang menunjukkan insting ke-orangtua-an mereka. Dalam tahapan penelitian, mereka diperlihatkan foto anak mereka masing-masing, foto anak orang lain, dan foto orang dewasa lainnya. Demikian dilansir Mirror, Jumat (11/10/2013).

Saat melihat foto anak mereka sendiri, peneliti melihat reaksi otak yang lebih besar pada pria yang memiliki testis lebih kecil. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki respons yang lebih baik terhadap anak mereka.

"Hubungan antara ukuran testis dan aktivitas otak dalam respons kegiatan parenting, membenarkan anggapan tentang trade-off antara hasrat bercinta dan menjadi orang tua," ungkap Rilling.

No comments: