Thursday, June 9, 2016

Diet Seperti Ini Disebut Paling Sukses Turunkan Berat Badan


Diet Seperti Ini Disebut Paling Sukses Turunkan Berat BadanBarcelona, Diet kerap dilakukan dengan menghitung kalori yang diasup atau menghindari lemak. Tetapi cara ini dianggap kuno dan terbukti tidak efektif. Lantas diet apa yang terbaik dan paling aman untuk dilakukan?

Penelitian terbaru yang dilakukan University of Barcelona mengungkapkan, diet Mediterania adalah diet yang dimaksud. Meskipun dikenal sebagai pola makan kaya lemak, tetapi peneliti memastikan lemak di dalamnya merupakan lemak 'baik' yang justru dibutuhkan tubuh.

Temuan ini didasarkan pada pengamatan terhadap 7.447 pria dan wanita di Spanyol selama lima tahun. Partisipan yang rata-rata berusia 55-80 dan mengidap diabetes tipe 2 atau mempunyai risiko penyakit jantung itu kemudian diminta melakukan satu dari tiga jenis diet.

Satu kelompok diminta melakukan diet Mediterania (ikan, kacang, sayur, buah, gandum utuh dan biasanya ditambah minyak zaitun), kelompok kedua diberi pola makan yang didominasi kacang-kacangan, dan kelompok ketiga berupa diet konvensional di mana mereka menghindari berbagai jenis lemak.

Lima tahun kemudian, total asupan lemak partisipan yang menjalankan diet dengan cara menghindari lemak memang berkurang, dari 40 persen menjadi tinggal 37 persen saja. Sedangkan pada dua kelompok lainnya justru mengalami peningkatan, yaitu dari yang semula 40 persen menjadi 42 persen. Bahkan persentase karbohidrat dan protein di kedua kelompok itu menurun.

Namun ketiganya mengalami penurunan bobot, meskipun hanya sedikit. Kelompok pertama rata-rata kehilangan bobot sebanyak 0,88 kg; kelompok kedua 0,60 kg; dan kelompok ketiga sebanyak 0,40 kg.

Ini berarti diet Mediterania merupakan yang paling sukses dipakai untuk menurunkan berat badan. Selain itu, peneliti menemukan fakta menarik, yaitu pembatasan konsumsi lemak justru tidak efektif untuk mencegah perut membuncit.

Tetapi jika dilihat dari lingkar pinggang partisipan, ketiganya juga mengalami kenaikan. Namun kelompok yang menghindari lemak justru yang bertambah paling banyak, yaitu 1,2 cm, dibandingkan pada kelompok diet Mediterania yang hanya bertambah 0,85 cm dan kelompok kacang sebesar 0,37 cm.

"Justru pada diet Mediterania yang kaya akan lemak sayur seperti minyak zaitun atau kacang, dampaknya lebih kecil pada berat badan atau lingkar pinggang," terang ketua tim peneliti, Dr Ramon Estruch seperti dilaporkan The Guardian.

Estruch menambahkan, lemak selama ini dipukul rata sebagai penyebab kenaikan berat badan. Padahal lemak yang terkandung dalam minyak zaitun atau kacang-kacangan tidak dapat disejajarkan dengan sumber lemak tak sehat seperti mentega, daging olahan, pemanis buatan, makanan penutup atau makanan cepat saji.

No comments: