"Kami menduga bahwa jika seorang individu bisa mengatur respons emosional dengan baik, maka dia akan dapat mengatur respons emosional yang lainnya," kata peneliti, Jason Winters seperti dilansir Mid-Day, Jumat (6/7/2012).
Hasil penelitian menemukan bahwa rata-rata peserta mampu mengontrol rangsangan seksualnya ketika diperintahkan untuk melakukannya. Bahkan, peneliti menemukan rata-rata penurunan respon ereksi sebesar 25 persen.
"Pria yang lebih mudah gembira kami temukan kurang mampu mengontrol gairah seksnya. Sedangkan pria yang cenderung menahan ekspresi emosinya lebih mampu mencegah ereksinya," kata Winters.
Penelitian juga menemukan bahwa pria yang paling mampu mengendalikan responsnya terhadap video porno juga mampu mengontrol responsnya ketika menonton video komedi. Hal yang sebaliknya berlaku pada orang yang tidak mampu mengontrol responsnya ketika melihat video komedi.
"Temuan yang paling mengejutkan adalah beberapa orang lebih terangsang secara seksual ketika mencoba mengontrol gairah seksualnya. Dengan kata lain, mereka lebih terangsang dalam percobaan ketika diminta untuk mengontrol gairahnya dibandingkan percobaan di mana mereka hanya diminta menonton video saja," kata Winters.
Menurut peneliti, hal ini terjadi karena meningkatnya kecemasan yang dialami peserta. Hal yang sama terjadi ketika meminta seseorang untuk tidak memikirkan gajah putih. Orang yang paling cemas adalah orang yang paling sulit untuk tidak memikirkan tentang gajah putih.
No comments:
Post a Comment